Senandung Subuh di Masjid An-Nur, Kasatlantas Polres Bener Meriah Tausiah Singkat Padat Program Suling Ke-55

Foto: Istimewa, Dok. Lubis
Foto: Istimewa, Dok. Lubis

Senandung Subuh di Masjid An-Nur, Kasatlantas Polres Bener Meriah Tausiah Singkat Padat Program Suling Ke-55

Foto: Istimewa, Dok. Lubis
Foto: Istimewa, Dok. Lubis

Bener Meriah – Kabut tipis masih menyelimuti Bener Meriah, ketika mentari pagi mulai mengintip dari balik pegunungan, mamun, di Masjid An-Nur, kehangatan sudah terasa. Bukan hanya karena jamaah yang memenuhi masjid, tetapi juga karena kehadiran sosok yang tak biasa, Iptu Syafaruddin, Kasatlantas Polres Bener Meriah, kelahiran Gayo, Bukan dengan seragam lengkap dan sikap tegang, melainkan dengan senyum ramah dan sapaan hangat.

Pagi itu,bukan razia atau penilangan yang akan dilakukan, melainkan tausiah singkat padat dalam program Suling ke-55. Sebuah program yang mendekatkan polisi dengan masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Bener Meriah.

Ia duduk di hadapan jamaah, bukan sebagai atasan yang menggurui, melainkan sebagai saudara yang berbagi. Ia memulai dengan cerita tentang seorang anak kecil yang kehilangan ayahnya karena kecelakaan lalu lintas. Suasana hening seketika. Kesedihan terasa begitu nyata, menyayat hati setiap jamaah.

“Jalan raya bukan hanya aspal dan besi, tetapi juga harapan dan impian,” ujarnya dengan suara bergetar. “Setiap kecelakaan bukan hanya angka statistik, tetapi juga air mata dan luka yang tak tersembuhkan.

Dan mengajak jamaah untuk merenungkan kembali arti penting keselamatan. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat Bener Meriah. Ia mencontohkan bagaimana hal-hal kecil seperti mengecek kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara bisa menyelamatkan nyawa.

Di antara barisan jamaah, hadir pula Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto, beserta Wakapolres Dr. Syabirin dan jajaran. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan wujud dukungan nyata terhadap upaya meningkatkan kesadaran akan keselamatan di jalan raya. Kapolres AKBP Aris Cai Dwi Susanto menegaskan bahwa program Suling adalah jembatan silaturahmi antara polisi dan masyarakat, sebuah upaya membangun kedekatan emosional yang harmonis.

Baca Juga:  Rendi Umbara, Ucapkan Selamat Untuk Mawardi Nur Atas Di Tunjuk Sebagai Dirut PT. PEMA

Tak hanya tidak hanya menyampaikan tentang aturan dan sanksi, namun juga tentang nilai-nilai kemanusiaan, tentang empati, dan tentang tanggung jawab sosial. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadi pelopor keselamatan, dimulai dari diri sendiri dan keluarga tercinta.

“Mari kita jadikan keselamatan sebagai bagian dari budaya kita di Bener Meriah,” ajaknya dengan penuh harap. “Karena keselamatan adalah investasi berharga untuk masa depan. Mari kita mulai saat ini, detik ini juga! Jadilah pahlawan di jalan raya, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

Senandung Subuh di Masjid An-Nur bukan sekadar berakhir dengan salam, melainkan menjadi awal dari sebuah perubahan. Kisah tentang seorang polisi yang menyentuh hati, tentang tausiah singkat padat yang membangkitkan kesadaran, tentang program Suling yang merangkul masyarakat, akan terus hidup dalam setiap perjalanan yang selamat di Bener Meriah. Karena di jalan raya, setiap kita adalah penjaga bagi sesama, pahlawan bagi keluarga, dan harapan bagi masa depan,ungkapnya.

Pewarta: Lubis

BERITA TERKAIT