Aceh Utara – Perkelahian yang terjadi di Gampong Meunasah Drang, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, berbuntut panjang hingga sang Geuchik Amri Saini melaporkan warganya ke Polisi, 20/08/2025.
Keluarga yang terlibat perkelahian dengan Geuchik, Baginda, menjelaskan, Sekilas ulasan rujuk masalah yang terjadi pertikaian yang berbutut panjang antara Baginda Agani dan Geuchik amri, disini saya sebagai penengah, dan informasi ini juga saya dengar-dengar dari pada saksi saksi yang terjadi di tempat kejadian (TKP), baik itu saksi korban atau Keterangan dari Pada masyarakat setempat, terkait berita yang tersebar luas pihak Baginda merasa kecewa atas tudingan yang di luapkan oleh Geuchik Amri, karena pada dasarnya Baginda AG lah korban dari kejadian ini,” ucap masyarakat tersebut.
” Mula pemicu konflik ini terjadi semenjak pemilihan Geuchik yang notabanenya Baginda AG sebagai tim kandidat lawan Geuchik Amri, darisitulah berbutut panjang sampai sikap arogan Geuchik Amri terlalu melampaui batas terhadap Bagida AG, Saya rasa tidak etis atau Kurang bijaksana atas kepemimpinan Amri sekarang Buktinya saja, Baginda AG yang ingin merajut, berbaur atau merangkul pemuda umumnya masyarakat dalam momentum perayaan turmamen sepakbola, Baginda AG menyumbangkan donasinya berupa dua ekor kambing untuk acara tersebut itu pun disuruh kembalikan oleh Geuchik Amri, kemudian menjelang walimah/pesta dirumah Baginda AG ada acara “peujoek Buet” (Doa bersama, untuk segala arwah) Baginda AG turut juga mengundang tgk imum dan peutuha-tuha Gampong lainnya kerumah, sakitnya disitu timbul isu keluarga Baginda AG medapati bahwa Geuchik Amri sempat mengajak orang lain untuk tidak menghadiri acara dirumah baginda Ag, bahkan Mengutuk keras satgas gampong untuk jangan ikut ambil andil dalam acara pesta itu,” tambahnya lagi sumber media ini, Senin, 25 Agustus 2025.
‘ Selain itu, Geuchik amri juga pernah ingin memperersulit proses berlansung acara pesta di rumah Baginda AG, mulai dari hal menahan becak pengakutan tenda gampong, bahkan me yelenggarakan acara potong sapi dilapangan menjelang acara pesta di tempat Baginda AG, Sehingga pihak Baginda AG agak terbatasnya waktu untuk menyiapkan piring yang sudah di bawa semua ke lapangan, pengakuan Baginda AG ini mutlak skenario agar pihak Baginda AG kewalahan dalam proses persiapan acara pesta dirumah Baginda AG, ari situlah Baginda AG mengklaim bahwa Geuchik amri terlalu arogan dan terlalu ego dalam kepemimpinannya,” lanjutnya lagi.
” Sementara itu pada hari kejadian pertengkaran sengit di warung kopi peuleupi hate, Baginda AG yang hanya ingin membeli kopi untuk di bungkus bawa pulang kerumah, sambilan menunggu siap dibungkus Baginda AG mengobrol santai dengan orang yang ngopi di warung, datang dan muncullah seutas bayangan cepat dari belakang seperti yang ingin menghantam/menikam tepat di pundaknya, refleks Baginda AG yang menangkis dan mencoba membela diri, Sehingga terjadilah serang menyerang, pulang dari warung tersebut Baginda AG, mendapati luka di bahu serta memar di bagian jidat, merasa agak semboyongan pusing pusing badan lemas seperti ada keseleo Baginda AG sempat dirawat nginap/opname di RS PT.ARON, dan sampai sekarang Baginda AG merasakan kesedihan dan depresi atau seperti isolasi sosial atas perlakuan seorang pemimpin arogan itu,” pungkas keluarga Baginda.